kejatuhan durian runtuh

Peribahasa yang sudah sangat jarang didengar ini sempat divisualisasikan dengan sangat menarik oleh salah satu bank nasional dalam promo programnya. Pada film animasi besutan anak negeri jiran [1] mengambil latar cerita di kampung durian runtuh. Agaknya hendak memopulerkan kembali peribahasa yang aslinya berbunyi “bagai mendapat durian runtuh”, bermakna “mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah”.
Sempat saya mengeposkan tulisan mengenai disposisi [2] di blog ini. Senada dengan tulisan tersebut, tetapi bukan masalah surat menyurat, kali ini mengenai masalah pelimpahan tugas dan kewenangan.

Pada suatu waktu sebuah tugas digagas oleh seorang atasan kemudian diperintahkan kepada para bawahannya untuk dilaksanakan. Para bawahan sepakat mengusulkan seseorang ditunjuk sebagai koordinator. Kebetulan di antara bawahan tersebut merupakan orang baru di lingkungan kerja kami, sebut saja si E. Setelah mendapatkan arahan dari atasan, si E menerima tugas sebagai koordinator dengan lapang hati.

Sayang, dengan minimmnya pengetahuan administratif dan konektivitas yang dimiliki, dia mengalami kendala dalam menjalankan tugas tersebut. Lalu dia menunjuk seseorang, kita sebut saja si A untuk membantunya. Si A menyelesaikan tugas dalam waktu yang tidak lama. Demi melihat kemampuan si A, maka si E, atasannya serta kolega yang lain melimpahkan berkas-berkas yang diperlukan untuk dikoordinasikan oleh si A. Jadilah si A secara tiba-tiba “menguasai” seluruh bahan tugas. Sehingga suatu saat si A tidak masuk kantor karena sakit, ia menjadi “the most wanted person in the world” karena pada saat itu sang atasan ditagih janjinya oleh atasannya.

Padahal si A selama melaksanakan tugas itu selalu memberikan berita terbaru dan menembuskan pembaharuan bahan (baca: update) kepada setiap pemangku kepentingan (baca: stake holder) yang ada. Si A adalah penerima “durian runtuh”, bukan dalam konteks rejeki tetapi dalam konteks kiasan yang bermakna sebenarnya: “kesakitan”. Tentu saja siapapun yang kejatuhan durian runtuh akan merasakan sakitnya terkena kulit durian.

Namun begitu, si A menyadari bahwa pelimpahan tugas yang diterimanya adalah sebuah amanat yang harus dikerjakannya. Selain karena ia khawatir akan peringatan Allah mengenai orang-orang yang mengkhianati amanat [3], ia menyadari bahwa pelimpahan tugas itu dapat menambah portofolio pengalaman kerjanya yang tentu saja kredit yang baik apabila ia dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik pula.


[1] ji·ran n 1 orang yg tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga: – yg terdekat; 2 negara tetangga, msl Malaysia atau Brunei Darussalam; [KBBI]

[2] dis·po·si·si n 1 Adm pendapat seorang pejabat mengenai urusan yg termuat dl suatu surat dinas, yg langsung dituliskan pd surat yg bersangkutan atau pd lembar khusus; 2 Dok kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak [KBBI]

[3] “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS Al Anfaal, 8: 27)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s