perpustakaan

Library-BooksSetelah dikritik Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika melakukan kunjungan ke kantor pada September 2008, maka dilakukan pengumpulan bahan rujukan dan data terkini industri migas, baik dari lemari buku di setiap divisi yang diperoleh dari pengadaan buku setiap tahunnya, bahan-bahan kursus yang diikuti pekerja, pembelian buku-buku baru, hingga laporan-laporan yang dikumpulkan dari kontraktor migas. Sejak dibuka pada 24 Juni 2010, perpustakaan telah memiliki 3000 koleksi dan 400 anggota dengan rata-rata 60 kunjungan per hari.

Dari 3000 koleksi perpustakaan, sekitar 38% terdiri atas buku-buku pegangan dan rujukan, 32% dokumen dan laporan, 30% sisanya adalah majalah, koran dan fiksi. Kategori koleksi yang menjadi pinjaman favorit adalah buku-buku pegangan dan rujukan, diikuti oleh majalah dan fiksi kemudian dokumen dan laporan. Suasana ruang perpustakaan dengan tata letak yang nyaman dan pencahayaan yang pas menjadikan kunjungan yang dilakukan oleh para pengguna adalah untuk melakukan aktivitas seperti membaca, meminjam dan mengembalikan buku, serta diskusi atau rapat.

Dari sekitar 1200 pekerja, baru 400 orang yang menjadi anggota perpustakaan. 60% di antaranya merupakan kategori Gold alias mayoritas anggota perpustakaan adalah tingkat manajer, 20% adalah anggota kategori Platinum alias level pekerja di atasnya. Sedangkan 20% sisanya adalah anggota Standard alias level staf dan ke bawahnya. Sebaran ini menunjukkan bahwa menjadi anggota perpustakaan belum menjadi perhatian dan kebutuhan sebagian besar pekerja, sedangkan dari daftar anggota diketahui bahwa kebanyakan pada level manajer ke atas. Data ini juga menunjukkan bahwa pada level staf ke bawah dan kebanyakan pekerja lainnya, untuk memperoleh rujukan dan update, tidak memerlukan sarana perpustakaan.

Di zaman serba digital, keberadaan situs web saat ini baru dapat menyediakan layanan katalog dan rekaman transaksi dalam jaringan (online) intranet. Adalah tantangan tersendiri bagi pengelola perpustakaan untuk menyediakan layanan  yang memberi kemudahan lebih bagi para anggota maupun peminat perpustakaan. Cukup dengan membuka layar komputer di meja atau pada peranti mudah alih (mobile device) masing-masing melalui jaringan internet, siapapun yang terdaftar dapat menelusuri dan menikmati koleksi tanpa harus secara fisik mendatangi perpustakaan. Biar tetep eksis 🙂

[data diolah dari laporan aplikasi perpustakaan]

e-mail dan kerja

image

Tidak dapat dipungkiri, surat menyurat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari praktik bisnis. Seiring dengan perkembangan teknologi moderen, walau bentuk cetak masih digunakan, bentuk elektronik pun mulai diandalkan. Hampir-hampir surat elektronik (surel/e-mail) menjadi tumpuan sehingga bisnis terhenti seketika akses ke server terputus.

Setiap pekerja berhak mendapatkan surel dengan domain perusahaan untuk kemudahan pekerjaan. Mereka juga berhak membuat surel pribadi menggunakan penyedia layanan surel seperti hotmail, yahoo, dan google untuk keperluan pribadi. Kadang-kadang alamat surel pribadi digunakan juga untuk keperluan pekerjaan ketika surel kantor tidak dapat dijangkau.

Ketika tim teknologi informasi sedang melakukan pemeliharaan server, baik yang terencana maupun tidak, surel kantor tidak dapat dijangkau. Tergantung kecepatan penyelesaiannya, dalam hitungan jam bahkan hari, selama itu pula pekerja tidak dapat menggunakan surel kantor.

Penggunaan surel kantor diatur oleh kebijakan yang melindungi hak-hak kantor dan pekerja. Pemblokiran akses ke penyedia layanan surel pribadi diterapkan setelah adanya indikasi penyalahgunaan surel pribadi. Praktis sejak itu surel kantor sangat diandalkan untuk pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian apabila terjadi server down maka seolah-olah boleh menjadi pembenaran berhentinya bisnis sesaat.

upah pekerja migas

image

Bicara tentang gaji, sensitif. Apalagi setelah melihat skema gaji tahun 2013 untuk pegawai negeri sipil (PNS). Ada saja komentar, seperti, “Gaji boleh kecil, tunjangannya dong,” ada juga yang menimpali, “itu belum sabetannya”. Begitulah kondisi yang terpaksa harus diderita oleh para abdi negara.

Badan ini walaupun bentukan pemerintah, tidak menerapkan skema gaji sebagaimana pegawai negeri sipil. Istilah yang digunakan adalah “pekerja” dan “upah”. Nilainya pun tidak disetarakan dengan gaji aparat negara, melainkan dengan pekerja di perusahaan migas. Secara psikologis efeknya berbeda. Mental pekerja dikondisikan sebagai buruh daripada pegawai. Positifnya menjadi lebih profesional walaupun aroma birokrasi pemerintahan masih terasa.

Dengan skema upah demikian orang-orang yang bekerja untuk badan ini diharapkan profesionalismenya untuk mengelola bisnis hulu migas. Maka itu mulai banyak pekerja yang berasal dari swasta atau perusahaan migas masuk menjadi pekerja di badan ini. Walaupun turun nominal gajinya, ada nilai luhur yang dianggap dapat dibanggakan: “gue kerja buat negara”. Nilai ini walaupun memungkinkan tetapi tidak serta merta terpatri pada dada para pekerja di perusahaan migas.

Memang benar bahwa para pekerja migas itu dibayar mahal. Tentu saja sebanding dengan nilai risiko yang ditanggungnya. Jarang yang mengetahui bahwa pekerja migas bekerja pada lingkungan berisiko tinggi: di daerah terasing, bising, bertekanan tinggi, panas, dan H2S. Dari yang cedera ringan hingga kematian. Yang bekerja untuk bagian administrasi pun berisiko terhadap audit. Karena bisnis migas merupakan bisnis yang juga berteknologi canggih dan melibatkan pemodalan yang besar, sehingga harus cermat dalam pengelolaannya.

Amat wajar jika sebagai individu, pekerja ingin pendapatan yang lebih baik. Tawaran bekerja di perusahaan asing menjadi pilihan mereka. Belum lagi kalau skema pengupahannya adalah  harian dan dollar amrik pula. Maka itu upah menjadi salah satu sorotan terhadap fenomena kekurangan pekerja migas di dalam negeri.

Kembali menyinggung para pekerja badan, kondisi ini menjadikan mereka mempersenjatai diri dengan berbagai macam kursus keahlian dan sertifikasi di bidang yang diminatinya. Selain berguna untuk menjalankan tugas masing-masing, syukur-syukur dapat menjadi kunci untuk mengambil tawaran di perusahaan migas asing. Maka itu, dengan menurunkan upah pekerja ke level PNS saja tanpa perlu campur tangan mahkamah konstitusi, lembaga ini akan bubar dengan sendirinya. 😉