upah pekerja migas

image

Bicara tentang gaji, sensitif. Apalagi setelah melihat skema gaji tahun 2013 untuk pegawai negeri sipil (PNS). Ada saja komentar, seperti, “Gaji boleh kecil, tunjangannya dong,” ada juga yang menimpali, “itu belum sabetannya”. Begitulah kondisi yang terpaksa harus diderita oleh para abdi negara.

Badan ini walaupun bentukan pemerintah, tidak menerapkan skema gaji sebagaimana pegawai negeri sipil. Istilah yang digunakan adalah “pekerja” dan “upah”. Nilainya pun tidak disetarakan dengan gaji aparat negara, melainkan dengan pekerja di perusahaan migas. Secara psikologis efeknya berbeda. Mental pekerja dikondisikan sebagai buruh daripada pegawai. Positifnya menjadi lebih profesional walaupun aroma birokrasi pemerintahan masih terasa.

Dengan skema upah demikian orang-orang yang bekerja untuk badan ini diharapkan profesionalismenya untuk mengelola bisnis hulu migas. Maka itu mulai banyak pekerja yang berasal dari swasta atau perusahaan migas masuk menjadi pekerja di badan ini. Walaupun turun nominal gajinya, ada nilai luhur yang dianggap dapat dibanggakan: “gue kerja buat negara”. Nilai ini walaupun memungkinkan tetapi tidak serta merta terpatri pada dada para pekerja di perusahaan migas.

Memang benar bahwa para pekerja migas itu dibayar mahal. Tentu saja sebanding dengan nilai risiko yang ditanggungnya. Jarang yang mengetahui bahwa pekerja migas bekerja pada lingkungan berisiko tinggi: di daerah terasing, bising, bertekanan tinggi, panas, dan H2S. Dari yang cedera ringan hingga kematian. Yang bekerja untuk bagian administrasi pun berisiko terhadap audit. Karena bisnis migas merupakan bisnis yang juga berteknologi canggih dan melibatkan pemodalan yang besar, sehingga harus cermat dalam pengelolaannya.

Amat wajar jika sebagai individu, pekerja ingin pendapatan yang lebih baik. Tawaran bekerja di perusahaan asing menjadi pilihan mereka. Belum lagi kalau skema pengupahannya adalah  harian dan dollar amrik pula. Maka itu upah menjadi salah satu sorotan terhadap fenomena kekurangan pekerja migas di dalam negeri.

Kembali menyinggung para pekerja badan, kondisi ini menjadikan mereka mempersenjatai diri dengan berbagai macam kursus keahlian dan sertifikasi di bidang yang diminatinya. Selain berguna untuk menjalankan tugas masing-masing, syukur-syukur dapat menjadi kunci untuk mengambil tawaran di perusahaan migas asing. Maka itu, dengan menurunkan upah pekerja ke level PNS saja tanpa perlu campur tangan mahkamah konstitusi, lembaga ini akan bubar dengan sendirinya.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s