town hall meeting

town-hallIstilah “town hall meeting” digunakan untuk acara pertemuan umum dan bersifat informal, terbuka untuk komunitas dan dilakukan di balai pertemuan. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh orang-orang Amerika yang tinggal di koloni New England, kemudian populer diterapkan pada semua pertemuan umum baik yang dilakukan oleh pemerintahan kepada rakyatnya maupun perusahaan kepada karyawannya. Selain digunakan untuk menyosialisasikan kebijakan atau mengampanyekan program yang dibuat oleh pimpinan atau kandidat, di dalam pertemuan itu hadirin dapat menyuarakan pendapatnya atau bertanya tentang hal-hal, namun jarang digunakan untuk voting atau mengajukan usulan alternatif. Pada kultur keiindonesiaan hal serupa dilakukan di balai desa, baik dilakukan secara periodik maupun pada saat terdapat isu yang perlu disampaikan.

Pada perusahaan kami, budaya town hall meeting diadopsi dari para klien yang biasa menyelenggarakannya. Biasanya dilakukan setahun sekali, terutama pada saat setelah anggaran disetujui oleh Kementerian Keuangan. Pada acara itu, biasanya pimpinan menyampaikan pencapaian perusahaan selama setahun ke belakang, kemudian tantangan atau perubahan kebijakan, barulah kabar mengenai perbaikan kesejahteraan pekerja. Saking seringnya acara tersebut digunakan oleh pimpinan untuk mengumumkan peningkatan taraf kesejahteraan pekerja, maka sempat istilah “town hall” diasosiasikan sebagai “berita gembira”. Karena “town hall” menjadi ajang pertemuan secara terbuka antara pimpinan dan pekerja, momen ini dimanfaatkan oleh pekerja untuk menyampaikan pertanyaan maupun usulan perbaikan terhadap kebijakan. Walaupun tidak mengubah kebijakan secara serta merta, sudah terjadi sambung rasa dari para pekerja kepada pimpinannya. Acara kemudian ditutup dengan menikmati jamuan makan yang disediakan sesuai selera Kepala yang menjabat saat itu.

Karena tidak ada pakem yang jelas mengenai tata laksana acara ini, sah-sah saja jika town hall diadakan tanpa ada sesi sambung rasa. Tentu hal ini mengecewakan bagi kebanyakan pekerja yang telah menantikan momen ini untuk mengutarakan uneg-unegnya. Beberapa pekerja ada yang menurunkan kepercayaannya kepada para pimpinan dengan menganggap hal itu merupakan sikap arogan dan otoriter pimpinan. Jika ini meluas, akan berdampak kepada kenyamanan suasana bekerja. Walaupun hanya riak kecil, barangkali pimpinan dapat memfasilitasi pemuasan rasa penasaran pekerja terhadap kebijakan dengan menyediakan saluran komunikasi lainnya, atau mewujudkan lembaga kerja sama bipartit yang idenya pernah sempat dilemparkan.

One thought on “town hall meeting

  1. Ping-balik: kinerja dan upah | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s