hotel bintang empat

Menjadi pengetahuan umum bahwa makin banyak bintang yang disandang suatu hotel, dianggap hotel tersebut makin baik. Bintang satu untuk akomodasi dasar dan bintang lima untuk kelas atas yang lebih mewah. Tapi sayangnya tidak ada standar internasional dalam pemeringkatan hotel berbintang. Hotel dapat saja mengklaim sendiri peringkat yang disandangnya, atau ada lembaga swasta yang membuat penilaian, atau dinilai oleh lembaga pemerintah. Hotel berjaringan memiliki standar sendiri untuk memeringkatkan setiap hotel yang berada di dalam jaringannya.

Standar hotel berbintang di setiap negara pun berbeda-beda. Ada juga yang memberi peringkat berdasarkan lokasi, semakin dekat letak hotel dengan lokasi yang menarik semakin tinggi peringkatnya. Tak jarang didapati bahwa untuk hotel yang sama dinyatakan berbeda peringkat bintangnya oleh beberapa biro perjalanan wisata (travel). Tampaknya tidak ada pengukuran one-size-fits-all untuk memeringkatkan nilai hotel, fasilitas, potensi keseluruhan untuk kepuasan pelanggan.

Biasanya pemeringkatan akan berupa ukuran kuantitatif dalam menentukan kisaran harga (dan kadang-kadang kewajiban membayar pajak) dari sebuah hotel. Secara umum semakin banyak bintangnya semakin mahal harganya. Kenyataannya, rentang harga akan tumpang tindih, maka dari itu jangan berharap konsistensi. Sebuah hotel bintang tiga mungkin lebih mahal daripada hotel bintang empat, bahkan di kota yang sama. Sebaliknya dengan harga yang lebih murah, sebuah hotel bintang tiga mungkin memberi fasilitas gratis lebih banyak daripada hotel bintang empat.

Melanjutkan penanganan isu pemborosan dan kondisi keuangan di perusahaan kami setelah persetujuan anggaran oleh Kementerian Keuangan, salah satu fasilitas yang harus disesuaikan tarafnya bagi para pekerja yang melakukan perjalanan dinas adalah kelas penginapan dari hotel bintang lima menjadi hotel bintang empat. Berdasarkan statistik tahun 2012, penggunaan hotel berbintang lima oleh para pekerja meningkat seiring dengan jumlah kegiatan perjalanan dinas sehingga nominal biayanya lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Dengan  menurunkan taraf kualitas hotel yang dapat dinikmati pekerja diharapkan nominal biayanya menjadi lebih sedikit.

Dunia migas pada umumnya mengakui standar hotel bintang lima dalam hal menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para pekerja yang menggunakan fasilitasnya baik untuk menginap maupun untuk menggelar rapat kerja. Sebagai role model bagi perusahaan migas yang berkontrak dengan perusahaan kami, perubahan kebijakan ini nampaknya tidak banyak memengaruhi kebijakan para kontraktor. Alih-alih ikut menurunkan taraf fasilitas bagi para pekerjanya, akan ada kontraktor yang tetap bertahan pada taraf hotel bintang lima karena alasan jaminan keamanan bagi para pekerjanya.

Padahal, dengan tidak adanya standar yang jelas mengenai bintang yang disandang oleh suatu hotel kecuali pengakuan bersama bahwa hotel bintang lima memberikan fasilitas yang serupa secara internasional, bisa jadi harga kamar di sebuah hotel bintang lima tidak berbeda dengan harga kamar di sebuah hotel bintang empat. Bagaimanapun sebuah kebijakan telah ditetapkan, bisa saja untuk sementara karena menyesuaikan kondisi keuangan yang ada, atau bahkan seterusnya. Sebagai pekerja, kami tinggal mengikuti kebijakan itu dengan menikmati secara optimum fasilitas yang diberikan oleh kantor, seefektif mungkin.

2 thoughts on “hotel bintang empat

  1. Ping-balik: penumpang kelas ekonomi | bulet abang bulet ijo

  2. Ping-balik: boleh bintang lima lagi | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s