100 hari pertama

image

Kita sering mendengar istilah “penilaian 100 hari pertama” untuk mengetahui tingkat keefektifan lembaga. Dari penelusuran diketahui bahwa istilah itu menjadi patokan pertama kalinya setelah pencapaian yang luar biasa dari Franklin D. Roosevelt ketika menjabat presiden Amerika Serikat pada 1933-1945. Roosevelt sukses dalam  100 hari pertama kepemimpinannya mengupayakan agar Kongres meloloskan undang-undang untuk menghidupkan kembali perekonomian dari depresi besar.

Istilah “100 hari pertama” kemudian digunakan tidak hanya untuk kinerja kepresidenan namun juga secara meluas untuk semua jenis kepemimpinan. Barangkali 100 hari pertama tidak dapat menyelesaikan semua masalah. Walaupun demikian di saat-saat itu seorang pemimpin yang efektif dapat menunjukkan prioritas langkah, fokus, tujuan, dan kemajuan upaya dalam menyelesaikan masalah. Hari-hari berikutnya dapat diyakini tidak jauh berbeda dengan apa yang dicapai selama 100 hari pertama itu.

Pada 100 hari pertama dengan label baru, beberapa media menyinggung ketidakmampuan perusahaan kami untuk mencapai target minyak siap jual (lifting) dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2013 sebesar 900 ribu barrel per hari. Dengan tidak tercapainya target tersebut membuat publik beropini bahwa beban keuangan negara semakin berat akibat penerimaannya berkurang.

Rapat rencana kerja dan anggaran 2013 yang digelar pada akhir tahun lalu, didasari kemampuan para kontraktor kontrak bagi produksi migas (PSC), hanya dapat mengumpulkan angka 840 ribu barrel per hari. Sedangkan dengan nilai aktual harga minyak saat ini di angka 112 dolar AS per barrel, target penerimaan negara pada kuartal 1 tahun 2013 sebesar 7,9 miliar dolar AS tercapai. Kenyataan itu mengatakan penerimaan negara tidaklah berkurang melainkan jika target lifting tercapai maka penerimaan negara dapat diharapkan bertambah.

Berdasarkan catatan kuartal 1 pun didapati bahwa pengembalian biaya operasi migas kepada kontraktor PSC masih di bawah ceiling yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan pencapaian yang baik yang diperoleh perusahaan kami dalam mengendalikan biaya operasi migas. Implikasinya adalah penambahan terhadap penerimaan negara.

Catatan media terhadap pencapaian 100 hari pertama dapat menjadi refleksi bagi seluruh lini pekerja begitu pula pimpinan. Apakah pencapaian penerimaan negara murni karena upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau karena tingginya harga minyak mentah? Apakah sudah efektif dalam menjalani program dan memperoleh target? Apakah cukup puas dengan pencapaian ini atau meluncurkan strategi lain untuk memperbaiki pencapaian? Jangan sampai kemudian terpaksa yakin, walaupun nampaknya demikian, bahwa sampai akhir tahun tidaklah jauh berbeda.

Tetap semangat🙂

pandangan positif dapat disimak di http://www.aktual.co/energi/180106realisasi-dalam-masa-100-hari-kinerja-skk-migas

One thought on “100 hari pertama

  1. Ping-balik: menantikan komite bipartit | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s