penumpang kelas ekonomi

businessJika ada satu industri yang prospeknya sangat padat untuk perjalanan bisnis, itu adalah sektor migas. Perusahaan migas menghabiskan anggaran yang sangat besar untuk perjalanan bisnis. 30 persen untuk perjalanan kerah putih – manajemen, dalam rangka pengembangan korporasi dan mencapai kesepakatan dengan klien – sementara 70 persen digunakan untuk penempatan orang-orang di lokasi di seluruh dunia, termasuk pekerja rig, manajer platform dan teknisi, termasuk para kru pendukungnya. Perjalanan bisnis migas banyak didorong oleh keperluan proyek dan sensitivitas biaya.

Hampir semua pekerja migas menginginkan perjalanan bisnis yang nyaman dan menyenangkan, mengingat tingkat stress pada lokasi kerja mereka yang jauh dari keramaian, seperti di tengah hutan maupun di lepas pantai. Belum lagi untuk jarak dan waktu tempuh, tentu saja mereka menginginkan kondisi yang segar, bukan dalam kondisi melelahkan ataupun jet lag, agar bekerja dengan performa yang baik. Untuk perjalanan udara, yang memberikan fasilitas kenyamanan itu adalah duduk di kelas bisnis atau ekonomi premium. Biasanya kelas bisnis hanya diperuntukkan bagi pekerja level manajer ke atas, namun mempertimbangkan hal tersebut, bagi yang melakukan perjalanan udara lebih dari 4 jam biasanya diberikan tempat duduk di kelas bisnis.

Sedikit berbeda dengan pekerja di perusahaan migas, sesuai dengan nature dan jenis pekerjaannya, sejak awal perusahaan kami memberikan kelas bisnis bagi pekerja level manajer ke atas dan kelas ekonomi bagi pekerja level di bawahnya, kemanapun dengan jarak dan waktu tempuh berapapun. Kebijakan ini kemudian direvisi untuk waktu tempuh lebih dari 8 jam sharp dapat mengambil kelas bisnis. Dikatakan sharp karena untuk perjalanan waktu tempuh 7 jam 59 menit pun masih harus mengambil kelas ekonomi. Berdasarkan statistik 2012 tentang meningkatnya jumlah perjalanan dinas dan yang lebih dari 8 jam menyebabkan pembengkakan nominal biaya dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga nampaknya hal ini menjadi pembenaran isu pemborosan. Maka dari itu, selain menurunkan fasilitas penginapan, fasilitas penerbangan pun disesuaikan.

Fasilitas penerbangan kelas bisnis hanya disediakan bagi pekerja setingkat kepala divisi atau vice president ke atas apabila melakukan penerbangan di dalam negeri, sedangkan semua level pekerja di bawahnya baik itu manajer maupun staf menikmati kelas ekonomi. Pada penerbangan luar negeri berlaku untuk semua lini pekerja, fasilitas kelas bisnis dapat dinikmati hanya untuk perjalanan kerja dengan waktu tempuh di atas 8 jam, sedangkan perjalanan untuk training/kursus/workshop/sekolah menikmati kelas ekonomi. Perubahan kebijakan ini memberikan pengalaman baru dalam perusahaan kami, terutama bagi pekerja level manajer yang selama ini menikmati duduk di kelas bisnis.

Pengalaman baru yang dimaksud adalah ketidaksetaraan dengan pekerja dari perusahaan migas karena pekerja level manajer dari perusahaan migas, bahkan dari perusahaan kecil saja, duduk di kelas bisnis. Begitupula bagi pekerja perusahaan migas di level staf dapat duduk di kelas bisnis untuk perjalanan udara dengan waktu tempuh di atas 4 jam. Secara kasat mata, ketidaksetaraan ini begitu nyata. Dengan perubahan kebijakan ini dapat menghemat anggaran perusahaan serta efisiensi. Bukankah penumpang di kelas bisnis dan ekonomi tiba di lokasi tujuan bersama-sama.

Pengalaman baru ini juga memberi tantangan bagi para pekerja untuk hidup proporsional dan sederhana. Jangan kalah dengan gengsi, merasa posisinya sebagai pekerja level atas tertepikan dengan duduk di kelas ekonomi. Padahal, gengsi itu bisa menyangkut soal hasil karya atau produk. Betapa banyak CEO dan direktur perusahaan berkelas dunia yang duduk di kelas ekonomi, sehingga malah dengannya mereka makin dihargai. Dengan menunjukkan hasil kerja yang prima dan kelas satu, walaupun duduk di kelas ekonomi, semua orang akan tetap mengakui keunggulan kita.

Selamat menikmati penerbangan kelas ekonomi. Have a safe and pleasant flight!

One thought on “penumpang kelas ekonomi

  1. Ping-balik: menyiasati kelas ekonomi | di pondok kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s