manajemen berkinerja tinggi

lewisKebanyakan fungsi organisasi dan proyek berada pada tingkat kualitas three sigma, artinya untuk setiap jutaan hal yang mereka lakukan, mereka membuat 66,807 kesalahan. Itu juga berarti bahwa mereka membuang 25-30 sen dari setiap dollar yang dibelanjakan!

Walaupun kebanyakan manajer tahu bahwa mereka membutuhkan suatu bentuk manajemen proyek di dalam organisasi, mereka tidak mampu membedakan antara manajemen “seat-of-the-pants” dengan manajemen pendekatan terstruktur yang benar-benar memperoleh hasil berkinerja tinggi. Hal ini karena kebanyakan mereka tidak memiliki pendidikan formal dalam manajemen proyek, melainkan karena pengalaman keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tugas.

Dapatkah anda membayangkan seorang dokter bedah duduk belajar di kelas kemudian langsung praktik ke ruang operasi untuk membedah seseorang? Tentu gak boleh! Namun kita sering melakukan hal serupa ketika kita mengirim orang ke seminar dan berharap mereka dapat mengaplikasikan segera ilmunya sekembalinya mereka ke pekerjaan. Untungnya, kemampuan manajemen proyek yang buruk sangat jarang membuat orang terbunuh.

Manajemen adalah seni melakukan. Manajemen tidak dipelajari di kelas, melainkan dengan berlatih.

Sistem akan mengarahkan perilaku! Jika perilaku tidak dapat diterima, gantilah sistemnya, jangan ganti orangnya.

Karena kebanyakan organisasi telah bekerja begitu lama, sistem untuk mendukung proyek biasanya tidak ada. Sistem itu harus dipasang agar manajemen proyek yang baik dapat dicapai. Termasuk di dalamnya sistem hadiah, pelacakan, evaluasi, anggaran, dan seterusnya. Sistem hadiah juga diperiksa. Kebanyakan sistem hadiah untuk mendorong individu memaksimalkan kinerjanya, walaupun harus mengorbankan orang lain dalam kelompok. Dan grup fungsional yang diberi hadiah atas kinerja fungsi yang sempurna, daripada atas dukungannya terhadap proyek. Jika sistem hadiah tidak diubah untuk mendukung kinerja proyek, percuma.

Sistem harus dioptimisasi secara gabungan antara tiga faktor (alat, orang, dan sistem). Mengembangkan salah satunya saja dapat memperburuk, alih-alih memperbaiki, seluruh kinerja organisasi.

Salah satu alasan utama organisasi bermasalah dengan adanya proyek adalah keterbatasan sumber daya. Kecuali memiliki sumber daya yang tidak terbatas, kita tidak tidak dapat melakukan segalanya pada waktu yang sama. Buat daftar urutan prioritas proyek-proyek dan lakukan sesuai daftar.

Kita tidak dapat mencapai kinerja terbaik pada lingkungan yang memiliki iklim negatif. Termasuk iklim menyalahkan dan menghukum kesalahan. Dibenarkan menghukum orang yang melanggar aturan atau bekerja dengan tidak bertanggung jawab. Tetapi jika kegagalan untuk memenuhi target proyek dipandang sebagai tanda kelemahan pada bagian dari orang-orang dan mereka dihukum untuk itu, maka kita memiliki lingkungan yang tidak mendukung untuk kinerja terbaik.

Semangat tim – sebuah kerja sama – harus ada.

Satu-satunya sistem hadiah yang sah adalah satu di mana orang dihargai oleh prestasi mereka dan rasa bangga dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Semua sistem carrot-and-stick menciptakan masalah.

Lingkungan negatif tidak akan pernah mengantarkan kepada hasil proyek yang bagus.

Bagaimanapun, membangun manajemen proyek berkinerja tinggi tidak terjadi dalam semalam, apalagi membangun tim juara. Membutuhkan waktu dan kerja keras. Manfaatnya bernilai investasi.

[beberapa quotes dari buku “Project Planning, Scheduling & Control” karya James P. Lewis]

One thought on “manajemen berkinerja tinggi

  1. Ping-balik: tim kerja dan promosi | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s