kebanyakan tugas

multitaskingBanyak di antara kita yang tidak bisa menyelesaikan satupun pekerjaan pada hari kerja, sehingga datang ke kantor lebih pagi atau pulang lebih malam. Mengapa? Karena seharian kita terus menerus diganggu. Meletakkan pekerjaan kita lalu pergi rapat. Menjawab sembarang telepon yang masuk. Ngobrol dengan rekan kerja yang membutuhkan bantuan. Melaporkan apa yang kita lakukan kepada bos. Mewawancarai calon pekerja baru. Dan masih banyak lagi daftarnya. Semua “hal-hal penting” yang harus diselesaikan, tetapi memakan waktu kerja kita. Dan itu disebut dengan multitugas.

Multitugas juga merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh banyak organisasi. Hal itu terjadi karena begitu banyaknya proyek ataupun pekerjaan yang harus ditangani sedangkan sumber daya terbatas. Hasilnya, pekerja akan secara terus menerus melompat dari satu pekerjaan kepada pekerjaan lain untuk memastikan setiap hal berlangsung dengan baik. Ketika melakukannya, pekerja harus reorientasi setiap kali berpindah antara satu tugas kepada tugas yang lain. Di pabrik, reorientasi dikenal dengan istilah setup time, dan sama sekali tidak memberi nilai tambah pada proses kerja. Karena mengurangi produktivitas, kita harus mengurangi sebanyak mungkin setup time. Sebuah penelitian dari Stanford University menyebutkan bahwa mereka yang bekerja secara multitugas mengalami penurunan dalam kualitas hasil pekerjaan.

Satu-satunya cara adalah tetap berkonsentrasi untuk menyelesaikan satu pekerjaan utama sebelum berpindah melakukan pekerjaan lain. Ngawur-kah? Bisa jadi, tetapi sesungguhnya dengan berhenti melakukan multitugas kemudian membuat daftar prioritas proyek atau pekerjaan, produktivitas akan meningkat hingga dua kalinya karena setiap pekerja memiliki satu pekerjaan utama berikut backup-nya. Dengan menggandakan produktivitas, kita akan mendapatkan segalanya selesai pada waktu yang sama dengan ketika kita mencoba mengerjakan segalanya. Apabila produktivitas kita jauh lebih tinggi maka biaya pun akan turun secara dramatis. Multitugas menciptakan ilusi bahwa begitu banyak hal dapat diselesaikan. Itu benar, tetapi sayangnya pada tingkat produktivitas dan kualitas yang rendah.

2 thoughts on “kebanyakan tugas

  1. Ping-balik: manajemen berkinerja tinggi | bulet abang bulet ijo

  2. Ping-balik: penny wise and pound foolish | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s