kecoa dan pantry

cockroach-cup1Tidak seperti toilet yang lebih diperhatikan kebersihannya, ruang dapur kering atau pantry di gedung perkantoran sering luput dari perhatian. Apalagi jika pemilik gedung sudah menyerahkan pengelolaan pantry kepada pihak penyewa. Walau pihak penyewa kemudian menyewa jasa tersendiri untuk pengelolaan pantry berupa jasa office boy, hanya kebersihan standar saja yang dapat dilakukan. Misalnya memastikan kebersihan gelas sebelum disajikan kepada pekerja ataupun tamu kantor, menjaga kebersihan meja dan peralatan dapur. Tidak jarang kita mendapati pantry yang bau dan pengap karena kurang bersih. Bahkan untuk memenuhi rasa malas pekerja perokok menuju tempat merokok yang disediakan di luar gedung, beberapa pantry terpaksa berubah fungsi menjadi ruang merokok. Peralatan pembersih udara yang disediakan pun tidak 100% menghilangkan bau asap rokok yang menempel di dinding ruang pantry dan peralatan di dalamnya. Tentu kondisi ini mengurangi tingkat kebersihan pantry.

Kebersihan pantry yang tidak terjaga dengan baik akan menjadi tempat yang menarik bagi kecoa. Entah bagaimana caranya kecoa dapat hadir di hampir setiap pantry yang berada di gedung berlantai 50 sekalipun. Merayap diam-diam di balik lemari penyimpan gelas dan piring yang bersih, menyelipkan badannya di antara lubang stop kontak, di dalam mesin pembuat kopi bahkan hidup nyaman di dalam mesin dispenser air, tanpa diketahui oleh satupun manusia termasuk oleh office boy yang bekerja di pantry. Sebagai fosil hidup yang menghuni tempat-tempat di bumi sejak zaman Palaeozoikum (500 juta tahun yang lalu), kecoa dikaruniai kemampuan adaptasi yang mengagumkan: pandai kabur, bertelur secara membabi buta, dan pemakan segala. Asalkan suhu dan kelembaban cocok, serta ada makanan, mereka dapat hidup di mana pun di dunia ini. Kecoa menyukai tempat yang kurang bersih. Mereka mengikuti kotoran yang dikeluarkannnya atau yang dikeluarkan kawanannya, serta suka memuntahkan makanan yang telah dimakannya, sehingga dapat menyebarkan virus. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja.

Barangkali diperlukan program hygiene seperti memasang perangkap atau menyemprotkan insektisida beracun untuk membasmi kecoa yang berada di pantry dan ruang kerja lainnya. Walaupun kecoa mampu bertahan hidup 90 hari tanpa air, bisa tetap hidup dengan kaki dan antenanya terpotong, bahkan walaupun kepalanya dipotong dan mati sekalipun kecoa masih bisa mengeluarkan telur yang ada di dalam perutnya, setidaknya upaya hygiene dapat membantu mengurangi populasinya. Hal ini dalam rangka menaikkan tingkat kebersihan pantry. Dan yang lebih penting lagi, menjaga kebersihan pantry kemudian bukan hanya tugas office boy dan jasa hygiene, melainkan tanggung jawab semua pekerja yang memanfaatkannya. Termasuk pantry yang sudah menjadi ruang merokok sangat diharapkan untuk dikembalikan fungsinya sebagai dapur yang bersih. Sebagai tempat bermulanya kesehatan kerja.

One thought on “kecoa dan pantry

  1. Ping-balik: kroco mumet | bulet abang bulet ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s