kroco mumet

krocoMembaca atau mendengar frasa “kroco mumet” biasanya langsung terasosiasi kepada pegawai rendahan yang nasibnya gak jelas karena selalu ditentukan oleh mood majikannya. Frasa yang berasal dari bahasa Jawa itu menjadi lumrah digunakan bahkan oleh orang dari luar suku Jawa untuk menyatakan kondisi kerjanya yang selalu membuat pusing kepala dalam rangka memenuhi selera yang berbeda-beda dari atasannya.

Kata “kroco” sendiri menurut KBBI adalah nomina atau kata benda yang bermakna: 1 siput kecil; 2 ki hina; rendah kerdil: jiwa — jiwa kerdil. Di beberapa daerah, kroco sebagai siput kecil biasa dijadikan makanan karena kandungan protein yang tinggi. Sedangkan dalam bahasa kiasan, kroco berarti hina atau rendah atau kerdil. Dalam contoh KBBI, jiwa kroco berarti jiwa kerdil. Dalam bentukan lain, yaitu “keroco”, memiliki arti kiasan yang tidak berpangkat (berkedudukan).

Entah bagaimana ceritanya, tak sedikit yang mengira kroco sama dengan kecoa. Barangkali berasal dari sebutan roach dalam bahasa Inggris untuk menyebut cockroach🙂 Atau barangkali karena terdapat gambar kecoa pada novel karya Putu Wijaya yang berjudul “kroco”? Bagaimanapun sebagai kroco atau pegawai yang tidak berpangkat, tidak perlu merasa hina, rendah, dan berjiwa kerdil. Dalam menghadapi kerasnya kehidupan, seorang kroco harus memiliki jiwa yang kuat dan kemauan untuk lihai beradaptasi terhadap lingkungannya sebagaimana kecoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s