layanan kesehatan pekerja

healthcareKesehatan adalah salah satu nikmat Tuhan yang sering dilupakan oleh manusia sekaligus salah satu di antara bola-bola kaca yang memainkan peran penting dalam hidup kita sehingga sepatutnya disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Akan tetapi sakit bukan selalu dapat dihindari, dan biaya pengobatan menjadi keniscayaan yang harus dibayar. Perusahaan, menurut undang-undang ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003), wajib memberikan perlindungan kesehatan dan menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi para pekerjanya. Penyediaan perlindungan dan fasilitas tersebut adalah dalam rangka menciptakan produktivitas yang baik untuk perusahan.

Di antara bentuk perlindungan dan fasilitas kesehatan adalah penyediaan layanan kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan. Pekerja tidak perlu membayar kontan setelah berobat, karena akan dibayarkan sebagian atau malah sepenuhnya oleh perusahaan melalui layanan kesehatan. Untuk kasus tertentu, pekerja diharapkan membayar terlebih dahulu dan dapat mengajukan penggantian biaya pengobatan kepada perusahaan. Ada beberapa pilihan pengelolaan dana kesehatan yang dilakukan oleh perusahaan: dikelola sendiri, dikelola oleh perusahaan asuransi, dikelola oleh penyedia administrasi kesehatan (healthcare assistance). Untuk perusahaan besar yang tidak mau repot mengelola sendiri dana kesehatannya, akan memilih di antara dua pilihan berikutnya.

Melalui perusahaan asuransi, pengelolaan dana menggunakan mekanisme premium. Masalah kesehatan pekerja akan dilayani sesuai dengan jenis premium yang dibayarkan. Di luar premium menjadi tambahan pengeluaran tersendiri. Mekanisme ini sangat tidak ekonomis bagi perusahaan yang pekerjanya doyan menikmati layanan kesehatan. Melalui penyedia administrasi kesehatan, perusahaan menyerahkan sejumlah dana kesehatan untuk dikelola secara administratif untuk semua jenis layanan kesehatan sesuai peraturan perusahaan. Penyedia administrasi sebagai alih daya (outsource) tinggal menikmati upah dari perusahaan atas jasanya tersebut.

Pemilihan layanan dilakukan dengan mekanisme lelang terbuka dan mempertandingkan besaran upah wajar yang nantinya diterima si penyedia jasa. Seringkali pemenang lelang adalah yang memberi penawaran terendah, padahal sesuai pemeo “ono rego ono rupo“, hampir selalu yang lebih murah memberikan seadanya saja. Oleh karenanya walaupun lelang terbuka, panitia lelang semestinya lebih dahulu mempelajari demografi penyedia jasa dan memperhatikan siapa saja penyedia jasa yang digunakan oleh industri yang setara. Dengan demikian penilaian yang dilakukan tidak hanya berdasarkan penawaran harga tetapi juga dari penawaran kualitas layanan. Mudah-mudahan sakit pekerja tidak bertambah karena turut memikirkan perlakuan layanan kesehatan yang diterimanya🙂

3 thoughts on “layanan kesehatan pekerja

  1. syukur-syukur dah dibayarin mas, syukur-syukur masih bisa berobat, masih banyak kok yang lebih dibawah dan lebih susah, mbok disyukuri dan selalu bersyukur dalam setiap hal. kurangnya pelayanan atau hak kan belum tentu tidak baik.

    • betul sekali mas, 100% saya sepakat untuk harus disyukuri, namun bukan pula dipasrahkan. tulisan ini mudah-mudahan sekadar mengingatkan para pihak yang berwenang agar lebih baik dalam memberikan pelayanan🙂

  2. Health reform starts in yourself. Menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada menggantungkan nasib pada penyedia layanan kesehatan yang belum tentu tahu persis kondisi kesehatan kita🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s