berbagi rezeki

charity-foundation-1Secara profesional seorang pekerja mendapat upah yang besaran dan pembagiannya ditetapkan sesuai kontrak serta disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Pekerja yang menikmati upah bulanan pada umumnya memperoleh bonus upah bulan ketiga belas yang lebih populer disebut gaji ketiga belas. Sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap pekerja yang merayakan hari keagamaan juga mendapat tunjangan hari raya (THR) yang biasanya sebesar satu kali upah pokok bulanan. Tentu saja upah, bonus, dan tunjangan yang diterima merupakan karunia dari Tuhan yang patut disyukuri. Dan di antara bentuk rasa syukur adalah berbagi rezeki kepada orang lain.

Pada dasarnya harta seseorang terlindungi oleh hak-hak yang melekat padanya sehingga tidak boleh diambil oleh siapapun kecuali sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan tersebut dapat berupa syariat keagamaan seperti zakat atau sedekah yang besaran dan peruntukkannya mengikuti aturan agama yang dianut oleh seseorang. Bentuk lainnya adalah pajak dan retribusi resmi yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah. Adapun selebihnya pengeluaran sebagian harta dikategorikan sebagai sumbangan, baik secara sukarela maupun secara pungutan. Sumbangan sukarela biasanya untuk perhatian sosial seperti sumbangan kepada yang mendapat musibah atau kekurangan. Sedangkan pungutan biasanya untuk kesepakatan adat seperti retribusi lapak, parkir, maupun uang kas.

Keberadaan para pekerja alihdaya di dalam perusahaan menunjang operasi kantor sehari-hari. Mereka diharapkan bekerja secara profesional sesuai kontrak yang disepakati dan diperbarui setiap tahun. Ada yang sebagai tenaga administrasi, penerima tamu, keamanan, bahkan office boy. Tidak dipungkiri segala jenis upah yang mereka terima hanya sesuai standar upah regional dan tidak sebesar upah yang diterima oleh pekerja staf apalagi manajemen. Tidak jarang mereka mengalami kondisi kekurangan finansial, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun sekadar gaya hidup.

Pada lingkungan kerja perusahaan yang bersifat kekeluargaan, selain peraturan resmi yang berlaku untuk menjaga norma dan syarat-syarat kerja berlaku pula kesepakatan adat. Maka terhadap upah, bonus dan tunjangan yang diterima oleh pekerja turut pula diberlakukan kesepakatan adat baik dalam bentuk pungutan rutin maupun non rutin. Walaupun para pekerja alihdaya juga memperoleh bonus dan THR, kondisi finansial mereka menjadi salah satu alasan diterapkannya pungutan dengan label “berbagi rezeki”.

Bersyukurlah dan selamat berbagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s