merdeka!

Indonesian-flag-300x227

“Merdeka!” adalah sebuah kata yang dipekikkan dengan penuh semangat sebagai tanda kemerdekaan yang menjadi dambaan setiap manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri: sejak proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu, bangsa kita sudah –; 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan: — dr tuntutan penjara seumur hidup; 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa: majalah mingguan –; boleh berbuat dng –; KBBI

Definisi tersebut menyatakan semua kata yang sepadan dengan kata “merdeka” secara gamblang sebagai “bebas”, “berdiri sendiri”, “lepas”, “tidak terikat”, “tidak bergantung”, ataupun “leluasa”. Semua padanan tersebut dapat dimaknai secara positif maupun negatif.

Bagi profesional, memaknai kata “merdeka” sebagai kebebasan berkreasi, berinovasi, berimprovisasi di dalam lingkungan kerja dan segala hal yang mendukung produktivitas. Tidak canggung terhadap posisi dan tingkatan. Sebaliknya menggunakan kebinekaan yang ada sebagai jaringan profesional. Ia bebas berkarya tanpa melanggar norma-norma yang berlaku serta mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Sedikit bicara, banyak bekerja, produktivitas tinggi.

Oleh karenanya kehidupan seorang profesional dikenal sebagai kehidupan yang memerdekakan. Bukan karena ia bebas berbuat semaunya, melainkan karena ia mampu mengelola kebebasan dengan sebaik mungkin. Tidak sedikit profesional yang tidak mengejar harta dan jabatan malah mendapatkannya. Sebaliknya banyak orang yang berlomba untuk mendapatkan keduanya malah tercampakkan dan terpuruk.

Kemerdekaan seharusnya menjadi salah satu nikmat Tuhan yang sangat patut disyukuri, sepenuh jiwa dan raga. Kemelekatan terhadap dunia, baik berupa harta, kedudukan, maupun kepada orang-orang yang dikasihi dapat menjadi rintangan bagi kemerdekaan. Padahal kesemua itu tidak kekal dan tidak dibawa ke dalam lubang kubur. Bagaimanapun, kemerdekaan yang sejati hanyalah meniadakan semua kemelekatan untuk berserah dan membelenggukan diri kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s