boleh bintang lima lagi

Di antara pemeo yang selalu berlaku adalah “beda pimpinan beda kebijakan”. Hanya dalam waktu 5 bulan saja, begitu kepemimpinan berganti, kebijakan penggunaan hotel berbintang lima diberlakukan kembali. Perubahan ini sepertinya menunjukkan bahwa telah diperoleh hasil evaluasi yaitu tidak ada relasi antara peringkat bintang dengan pemborosan sebagaimana diusung pada waktu lalu. Beberapa optimasi yang dilakukan seperti menghilangkan fasilitas minibar dan penyesuaian tingkatan kamar, paling tidak telah “memaksa” perubahan sikap dari sukacita menjadi sukarela. Semoga saja dengan diperbolehkannya kembali menggunakan hotel bintang lima sikap berhemat yang telah dipupuk dalam seumur jagung tetap dipelihara dengan baik.