menilai pekerja alih daya

yesDi masa kini, keberadaan pekerja alih daya menjadi sebuah keniscayaan untuk mendukung perusahaan dengan melakukan pekerjaan yang bukan merupakan bisnis utama. Di dalam undang-undang ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003), praktik alih daya ini disebut dengan istilah “penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan (suatu perusahaan/user) kepada perusahaan lain (service provider/vendor)”. Penyerahan pekerjaan ini dapat dilakukan melalui perjanjian pemborongan pekerjaan, atau perjanjian penyediaan jasa pekerja/buruh. Apabila jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, dilakukan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Akan tetapi untuk pekerjaan yang bersifat tetap sangat disarankan untuk melakukan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Pekerjaan yang bersifat tetap namun bukan merupakan bisnis utama perusahaan, pada praktiknya dialihdayakan. Perusahaan penyedia layanan alih daya yang menunjukkan kinerja terbaik berkesempatan untuk memperoleh perjanjian yang baru pada saat berakhirnya perjanjian yang lama. Apabila masih dibutuhkan pekerja alih daya akan terus diperbarui kontraknya. Malahan ketika pengguna merasa nyaman, siapapun perusahaan penyedia jasanya, si pekerja alih daya tetap merupakan orang yang sama, yang dikontrak melalui PKWT. Walaupun tidak memberikan jaminan kontinuitas finansial bagi pekerja, pada kenyataannya hubungan baik yang terjalin antara pekerja alih daya dengan perusahaan pengguna menjadi semacam “penjamin”. Akan tetapi peningkatan remunerasi pada kontrak PKWT berikutnya tidak cukup jika bersandar hanya pada hubungan baik.

Diperlukan mekanisme penilaian yang objektif dan berdasar untuk mendukung kondisi tersebut. Jika efektivitas suatu pemborongan pekerjaan dinilai dari hasil kerja yang diselesaikan dan efisiensi biaya yang dicapai, maka penyediaan jasa buruh dinilai dari kinerja yang ditunjukkan oleh buruh selama jangka waktu kontrak (PKWT). Di antara faktor kinerja yang dinilai adalah pencapaian target waktu penyelesaian pekerjaan, keahlian teknis yang mendukung dalam penyelesaian pekerjaan, disiplin waktu, kerumitan pekerjaan, dan tanggung jawab. Kelima faktor tersebut menjadi pertimbangan bagi pengguna untuk merekomendasikan pekerja alih daya untuk diikutsertakan dalam PKWT baru atau tidak. Bagaimanapun kelima faktor tersebut dapat diukur dengan baik apabila terbangun kepercayaan di dalam hubungan kerja yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s