memahami gratifikasi

gravityTak sedikit orang yang terpeleset lisannya ketika menyebutkan gratifikasi dengan gravitasi. Walaupun secara lahir tidak memiliki hubungan sama sekali, namun di antara keduanya memiliki kemiripan baik vokal maupun pengertian. Istilah gravitasi diperkenalkan oleh seorang sarjana berkebangsaan Inggris, Sir Isaac Newton, ketika ia mendapati fenomena buah apel yang jatuh dari pohonnya, dari atas ke bawah. Sedangkan gratifikasi berlaku sebaliknya, dari bawah ke atas.

Gratifikasi biasanya diberikan oleh pihak yang posisinya inferior kepada pihak yang posisinya superior. Baik dilakukan oleh orang per orang maupun atas nama organisasi atau perusahaan. Serupa dengan suap, gratifikasi diberikan dengan maksud memfasilitasi kepentingan dan urusan.

Apabila suap diberikan sebelum melakukan sebagai pelicin, maka gratifikasi diberikan belakangan dan diungkapkan sebagai tanda terima kasih. Akan tetapi keduanya sama-sama berdampak kepada ekonomi biaya tinggi. Hal ini karena komponen suap atau gratifikasi akan dimasukkan sebagai biaya proyek, baik secara nyata maupun tersembunyi.

Praktik gratifikasi akan membuka peluang yang lebih besar pada suap dan korupsi. Oleh karenanya dengan mencegah gratifikasi, akan menyelamatkan organisasi secara mikro maupun perekonomian secara makro. Pedoman pengendalian gratifikasi serta unit pengendalian gratifikasi akan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga organisasi dari potensi kecurangan tersebut.

@dj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s