jangan cintai apa adanya

Celebrating10Years-600x170-600x161

Akui saja, sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Drama, kronika, gairah, penat, cinta, jenuh, bahkan semangat silih berganti mengisi lembaran catatan di meja kerja. Ketika sebagian orang datang dan pergi, sebagian dari kita tetap bekerja di sini, di bidang profesi yang sama, bahkan di posisi yang sama. Bukan karena tidak ada yang lain, bukan pula karena tidak mau atau tidak mampu, melainkan karena terpilih. Barangkali terpilih oleh kesempatan, terpilih karena keberuntungan, atau terpilih karena mencintai pekerjaan ini sepenuh hati.

Mendiang Steve Jobs pernah bilang, “Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda belum menemukannya, tetaplah mencari. Jangan puas.” Sebagaimana pepatah yang dianggap berasal dari Konfusius, “Lakukan apa yang Anda cintai dan Anda tidak akan pernah bekerja seharipun dalam hidup Anda.” Bagi sebagian orang kutipan ini adalah penyemangat untuk mencari pekerjaan yang sesuai hasrat dan gairah. Padahal, baik Jobs maupun Konfusius tidaklah mengikuti kata-katanya sendiri.

Realitas menunjukkan bahwa kebanyakan orang berbakat tidak memiliki satu gairah utama. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak punya hasrat, meskipun sebagian lagi memiliki lebih dari satu hasrat. Kenyataan lain bahwa uang tidak selalu mengikuti hasrat kita, banyak pekerjaan yang menghasilkan uang sama sekali bukan apa yang kita cintai. Selain itu, menyibukkan diri untuk mencari dan melakukan sesuatu yang kita cintai akan memalingkan kita dari hidup di masa kini. Kabar buruknya, ketika apa yang kita cintai tersebut sudah menjadi pekerjaan kita maka hal itu bisa jadi neraka bagi kita.

Sepuluh tahun berkarir melayani, tentu saja hal yang tidak dicapai oleh semua orang. Selama waktu itu, kita berkesempatan untuk mengidentifikasi keterampilan kita sebagai profesi yang langka dan berharga di tempat kerja. Barangkali saja orang lain mampu, tetapi tidak mau melakukan apa yang kita lakukan. Ini merupakan modal karir dan posisi tawar yang bernilai. Untuk berkarir di sini, tidak cukup dengan cinta apa adanya. Perlu sesuatu yang menuntut biar kita jalan ke depan. Untuk lebih tidak puas, agar lebih dihargai.

Kabar baiknya, ketulusan kita untuk bekerja, kepayahan kita untuk menghidupi keluarga, upaya hidup sehat atau tabungan hari tua, itu semua jauh lebih baik dan lebih bermanfaat daripada terus menerus mengejar passion.

@yw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s