kuesioner harapan

optimisc Sesaat setelah dilantik pada November 2014 yang lalu, Kepala yang baru melakukan townhall perkenalan kepada semua pekerja. Pada kesempatan itu pula diedarkan kuesioner dalam rangka mendapatkan informasi dan tanggapan dari para pekerja mengenai keberadaan institusi. Terkumpul 513 responden yang terdiri dari 6 level jabatan. 60% lebih dari hasil kuesioner menyatakan hal positif mengenai institusi tempat para responden memperoleh nafkah utamanya. Hal-hal positif tersebut adalah:

  • 98% responden menyatakan yakin bahwa di masa depan, Indonesia memerlukan keberadaan lembaga yang berfungsi mengawasi operasi perminyakan di wilayah Indonesia.
  • 75% responden menyatakan kinerja lembaga yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan secara signifikan.
  • 95% responden menyatakan masih berminat untuk tetap bekerja di lembaga tersebut.
  • 68% reponden menyatakan bahwa banyak hal yang bisa diperbaiki dari proses, cara kerja dan lain-lain untuk meningkatkan kinerja lembaga.
  • 96% responden menyatakan mampu untuk meraih kembali kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

Hasil kuesioner ini secara umum menunjukkan optimisme yang besar pada para pekerja institusi dalam mengemban tugas mengawasi dan mengendalikan operasi perminyakan di wilayah Indonesia. Pernyataan rasa percaya diri untuk memperbaiki institusi dan mengembalikan kepercayaan publik, tentu saja bukan omong kosong. Statistik secara umum menyatakan bahwa 4 dari 5 Top Performer menyukai 75% aktivitas dalam pekerjaan mereka. Apabila hasil kuesioner yang sangat positif ini menjadi modal awal untuk kinerja terbaik, maka menjadi PR bersama organisasi ini untuk komitmen dan bahu membahu mewujudkan harapan tersebut.

perencanaan strategis

Strategy_Concept_svgBagaimanakah ketika kita hendak pergi berlibur? Setelah menentukan visi, kita tentukan tempat tujuan. Selanjutnya menentukan tanggal, berapa lama, menginap di mana, menggunakan transportasi apa, apa saja bekal yang dipersiapkan, berapa besar anggarannya, fleksibilitas apa yang diperlukan jika terjadi hal di luar rencana? Semua itu direncanakan dengan matang untuk mencapai tujuan liburan.

Tidak hanya pergi berlibur, nampaknya hampir semua hal yang memiliki tujuan memerlukan perencanaan. Entah itu melatih tim sepakbola, memasak untuk acara makan malam, atau menjalankan organisasi, memerlukan perencanaan strategis.

Perencanaan strategis sebagai sebuah proses yang sistematis tidak hanya mengartikulasikan antara visi dan tujuan organisasi dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat kemajuan, tetapi juga mengetahui bagaimana langkah-langkah tersebut berhasil atau tidak. Berbeda dengan perencanaan taktis, perencanaan strategis memiliki gambaran yang lebih lebar dan lebih lentur dalam menentukan pilihan.

Banyak kerangka dan metodologi yang digunakan untuk manajemen dan perencanaan strategis. Tidak ada aturan yang baku dalam membuat kerangka yang benar, namun kebanyakan memiliki pola yang serupa dan atribut yang sama. Hal-hal berikut adalah pendekatan sederhana untuk perencanaan strategis yang telah dirangkum oleh Forbes:

Asesmen untuk mengenali kondisi organisasi dengan mengenali pasar, lingkungan kompetitif, dan kompetensi yang dimiliki. Identifikasi mengenai hal-hal yang penting, dan analisis prioritas untuk mencapai visi dan misi organisasi. Menetapkan rencana strategis yang secara efektif mengkomunikasikan bagaimana mengalokasikan waktu, sumber daya manusia, dan uang untuk mengatasi isu-isu prioritas dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Review untuk memastikan rencana berjalan sesuai rancangan, secara rutin dan membuat perbaikan yang diperlukan.

Apabila efektif, rencana strategis mampu membawa organisasi kepada kondisi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ianya akan menjaga organisasi tetap berada pada jalur dan tetap fokus ke masa depan.

@ps

takut hantu audit

audit-cartoonApa yang terlintas di pikiran dengan kata “audit”? Ada sebagian pihak yang menganggap audit sebagai momok merisaukan: mencari-cari kekeliruan dan penyimpangan. Ada pula yang menganggap audit itu merepotkan: auditor banyak permintaan dokumen atau pertanyaan. Ada lagi yang menganggap audit itu menghantui: biasanya pada temuan audit yang belum ditindaklanjuti, apalagi jika laporan audit menyatakan tidak wajar.

Sebenarnya apa sih audit itu?

Istilah audit diterapkan dalam konteks finansial, dalam bentuk pemeriksaan pembukuan tentang keuangan perusahaan secara berkala atau pengujian efektivitas keluar masuknya uang dan penilaian kewajaran laporan yang dihasilkannya. Bukan berarti audit dirancang untuk mencari ketidakjujuran yang disengaja. Melakukan audit merupakan proses yang kompleks dan memerlukan keterlibatan dalam mengungkapkan kelalaian, kesalahan akuntansi, dan prediksi yang terlalu optimis. Sedikit menggali masalah serius seperti penipuan.

Adakah manfaat dari audit? Audit memiliki manfaat yang luas, di antaranya:

Kesalahan akuntansi dapat diketahui sehingga dapat dilakukan koreksi. Jika audit menemukan kecurangan, maka pelakunya dapat dimintakan pertanggungjawaban. Audit dapat menyarankan perbaikan pada sistem yang dianggap lemah. Audit akan mendorong pekerja untuk bersikap jujur, lebih sedikit potensi kesalahan dan kecurangan.

Bahkan, pada hasil audit yang benar, adil, dan wajar akan: meningkatkan kepercayaan investor pada bisnis yang sedang dijalankan; meningkatkan percaya diri dan ketenangan pikiran, terutama bagi direksi yang bertanggung jawab pada keuangan perusahaan; meyakinkan bahwa sistem pengendalian internal cukup kuat dan bekerja dengan baik; serta meningkatkan kepercayaan publik pada organisasi.

Jadi, apakah masih takut dengan audit?

@rh

memahami gratifikasi

gravityTak sedikit orang yang terpeleset lisannya ketika menyebutkan gratifikasi dengan gravitasi. Walaupun secara lahir tidak memiliki hubungan sama sekali, namun di antara keduanya memiliki kemiripan baik vokal maupun pengertian. Istilah gravitasi diperkenalkan oleh seorang sarjana berkebangsaan Inggris, Sir Isaac Newton, ketika ia mendapati fenomena buah apel yang jatuh dari pohonnya, dari atas ke bawah. Sedangkan gratifikasi berlaku sebaliknya, dari bawah ke atas.

Gratifikasi biasanya diberikan oleh pihak yang posisinya inferior kepada pihak yang posisinya superior. Baik dilakukan oleh orang per orang maupun atas nama organisasi atau perusahaan. Serupa dengan suap, gratifikasi diberikan dengan maksud memfasilitasi kepentingan dan urusan.

Apabila suap diberikan sebelum melakukan sebagai pelicin, maka gratifikasi diberikan belakangan dan diungkapkan sebagai tanda terima kasih. Akan tetapi keduanya sama-sama berdampak kepada ekonomi biaya tinggi. Hal ini karena komponen suap atau gratifikasi akan dimasukkan sebagai biaya proyek, baik secara nyata maupun tersembunyi.

Praktik gratifikasi akan membuka peluang yang lebih besar pada suap dan korupsi. Oleh karenanya dengan mencegah gratifikasi, akan menyelamatkan organisasi secara mikro maupun perekonomian secara makro. Pedoman pengendalian gratifikasi serta unit pengendalian gratifikasi akan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga organisasi dari potensi kecurangan tersebut.

@dj

pentingnya visi

housePada sebuah simulasi, tergambar sebuah kotak di atas kertas flip. Hadirin diminta berpartisipasi melengkapi gambar. Setiap orang menambahkan komponen pada kotak sesuai persepsi masing-masing. Lalu jadilah sebuah gambar yang tidak jelas, tidak dapat disimpulkan sebagai gambar apa.

Pada kertas flip yang lain, juga tergambar sebuah kotak. Tertulis di atas kotak tersebut sebuah kata, “Rumah”. Hadirin diminta kembali berpartisipasi melengkapi gambar. Maka setiap orang menambahkan komponen pada kotak, masih sesuai persepsi masing-masing. Sehingga jadilah gambar sebuah rumah apa adanya.

Bandingkan lagi jika yang tertulis adalah kalimat, “Rumah tinggal 2 lantai dengan 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 ruang servis, dilengkapi carport dan taman”. Tentu yang akan tergambar adalah sebuah rumah lengkap dengan denah.

Sebuah visi seperti kata-kata atau kalimat yang tertulis di atas kotak. Persepsi dari setiap partisipan dapat diarahkan melalui kata-kata itu. Visi yang jelas dapat mengubah persepsi menjadi harapan. Semakin jelas maksudnya, akan semakin mudah membayangkan wujudnya dan menggerakkan partisipan untuk membuat gambar sesuai harapan.

Begitupula kondisi organisasi, tanpa visi yang jelas, setiap orang di dalam organisasi akan bergerak sesuai persepsi masing-masing, akibatnya pencapaian organisasi tidak akan kemana-mana. Organisasi yang sukses akan memiliki visi yang jelas. Berangkat dari itu, misi tersusun dalam bentuk strategi pencapaian tujuan-tujuan. Rencana kerja kemudian dibuat dalam bentuk yang lebih nyata untuk kemudahan dalam mewujudkan visi.

@my