masih berlanjut

121014-pm-img-02Dari di atas $ 100 per barel turun ke $ 35 dan lebih rendah, harga minyak telah membuat perubahan yang luar biasa dalam setiap aspek kehidupan pekerja minyak dan gas bumi. Perusahaan hulu terus memotong anggaran mereka, menurunkan gaji, dan merumahkan pekerja mereka. Di sisi lain, beberapa hilir mengambil begitu banyak manfaat dan membayar bonus yang besar kepada karyawan mereka. Apa yang bisa kita lakukan dalam cerita yang “masih berlanjut” ini?

Pertama, periksa aset kita lagi. Apakah kita masih memiliki jumlah berlimpah cadangan terbukti di bawah bumi kita? Bagaimana dengan kemungkinan cadangan yang ada? Apakah ada cukup hidrokarbon untuk memberi makan anak-anak kita sampai tujuh generasi berikutnya? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengekstrak minyak dan mengalirkan gas ke permukaan, kemudian mengubahnya menjadi uang yang kita butuhkan untuk menunjang hidup?

Bagaimana produksi kita yang ada sekarang? Apakah kita telah mengelola reservoir dengan efektif? Apakah kita telah melakukan optimasi yang inovatif? Lihatlah juga fasilitas produksi yang kita miliki. Apakah peralatan berjalan efisien? Apakah terpelihara dengan baik? Bisakah kita lihat setiap potensi yang belum dikembangkan?

Jika Anda menjawab begitu banyak “ya” untuk pertanyaan di atas, mungkin “ya” juga untuk melanjutkan karir Anda dalam industri ini. Tetapi jika Anda menemukan banyak “tidak” untuk jawaban, Anda mungkin panik dan diperbolehkan untuk terus mencari peluang lain.

Kedua, pilihan apapun yang Anda pilih, Anda masih selalu diterima untuk menjadi sukses.

Sukses tidak selalu tentang posisi atau upah yang besar, juga uang yang banyak. Sukses adalah bagaimana kita menghargai kehidupan kita sehari-hari, tanpa mengeluh dan menggerutu. Sukses selalu tentang kerja keras, menghindari menunda-nunda, dan jangan lupa untuk bangun bukannya menyerah.

Ketiga, untuk menjaga kesuksesan sejak muda kita, kita harus bertindak sesuai dalam hal-hal berikut ini: integritas, etika, gotong royong, dan pengabdian.

Integritas kita diuji oleh seberapa jujur ​​kita melakukan pekerjaan, apakah kita dapat dipercaya dan profesional. Etos kerja kita dinilai oleh disiplin terhadap waktu, menepati janji, dan menaati aturan. Gotong royong ditunjukkan oleh seberapa baik hubungan kita dengan sesama rekan, atasan, dan bawahan. Juga kesediaan kita untuk dipimpin dan penerimaan kita terhadap perbedaan orang lain.

Pengabdian kita itu diungkapkan dengan penyerahan diri kepada Allah, menerima kenyataan takdir dan mengikuti bimbingan-Nya. Seberapa baik hubungan kita dengan keluarga kita. Bagaimana murah hati kita dalam menyumbangkan beberapa bagian dari rezeki kepada yang membutuhkan. Hanya Allah yang terbaik memahami kesulitan kita, dan kepada-Nya kita meminta bantuan, untuk mendapatkan semua jalan keluar dari masalah kita. Dan kesabaran itu, masih berlanjut.

@WSM, 20151214

Tulisan ini diintisarikan dari SPE Java Section Young Professionals Inspiring Session, dengan Ibu Ira Miriawati sebagai pembicara.

pentingnya visi

housePada sebuah simulasi, tergambar sebuah kotak di atas kertas flip. Hadirin diminta berpartisipasi melengkapi gambar. Setiap orang menambahkan komponen pada kotak sesuai persepsi masing-masing. Lalu jadilah sebuah gambar yang tidak jelas, tidak dapat disimpulkan sebagai gambar apa.

Pada kertas flip yang lain, juga tergambar sebuah kotak. Tertulis di atas kotak tersebut sebuah kata, “Rumah”. Hadirin diminta kembali berpartisipasi melengkapi gambar. Maka setiap orang menambahkan komponen pada kotak, masih sesuai persepsi masing-masing. Sehingga jadilah gambar sebuah rumah apa adanya.

Bandingkan lagi jika yang tertulis adalah kalimat, “Rumah tinggal 2 lantai dengan 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 ruang servis, dilengkapi carport dan taman”. Tentu yang akan tergambar adalah sebuah rumah lengkap dengan denah.

Sebuah visi seperti kata-kata atau kalimat yang tertulis di atas kotak. Persepsi dari setiap partisipan dapat diarahkan melalui kata-kata itu. Visi yang jelas dapat mengubah persepsi menjadi harapan. Semakin jelas maksudnya, akan semakin mudah membayangkan wujudnya dan menggerakkan partisipan untuk membuat gambar sesuai harapan.

Begitupula kondisi organisasi, tanpa visi yang jelas, setiap orang di dalam organisasi akan bergerak sesuai persepsi masing-masing, akibatnya pencapaian organisasi tidak akan kemana-mana. Organisasi yang sukses akan memiliki visi yang jelas. Berangkat dari itu, misi tersusun dalam bentuk strategi pencapaian tujuan-tujuan. Rencana kerja kemudian dibuat dalam bentuk yang lebih nyata untuk kemudahan dalam mewujudkan visi.

@my

indikator kinerja kunci

kpiIndikator kinerja kunci atau yang lebih dikenal dengan key performance indicators (KPI) atau dikenal juga sebagai key success indicators (KSI) membantu organisasi dalam menentukan dan mengukur kemajuan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Setelah organisasi menganalisis misinya, mengidentifikasi semua pemangku kepentingan, dan menentukan tujuan-tujuan, maka membutuhkan cara untuk mengukur capaian-capaian yang telah dilakukan, dan pengukuran itu adalah KPI.

KPI mencerminkan tujuan-tujuan organisasi, menjadi kunci kesuksesan organisasi, dan oleh karenanya KPI harus dapat diukur. Biasanya KPI dipertimbangkan untuk jangka panjang. Definisi apanya KPI dan bagaimana mengukurnya tidak terlalu sering berubah. Tetapi tujuan-tujuan jangka pendek dibuat dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang. Seberapa besar pencapaian KPI tergantung ukuran yang ditentukan. Maka dari itu dalam membuat KPI harus menyatakan kuantitas atau persentase yang hendak dicapai.

Banyak hal yang terukur namun tidak semuanya menjadi kunci kesuksesan organisasi. Dalam memilih KPI, sangat kritis untuk membatasinya hanya pada hal-hal esensial bagi organisasi meraih tujuan-tujuannya. Dan sangat penting untuk mempertahankan sedikit indikator agar semua pihak fokus perhatiannya dalam mencapai KPI yang sama. Bisa jadi KPI sebuah organisasi hanya terdiri dari tiga atau empat indikator sedangkan unit-unit kerja di dalamnya memiliki tiga atau empat atau lima indikator yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.

KPI dapat digunakan sebagai alat bantu manajemen dan dapat juga digunakan sebagai carrot atau umpan. KPI memberikan gambaran jelas kepada setiap orang mengenai hal-hal yang penting bagi organisasi, apa yang harus mereka lakukan untuk mewujudkannya. Hal ini untuk mengelola kinerja sehingga setiap orang fokus untuk memenuhi atau melampaui KPI. Sebagai umpan, KPI diposkan di mana-mana: di ruang kerja, di ruang makan, di ruang rapat, di intranet, bahkan di situs web perusahaan. Mempertontonkan target setiap KPI dan kemajuan yang dicapai dari setiap target. Semua itu dalam rangka memotivasi pekerja untuk mencapai KPI.

risalah rapat dan tanda tangan

Risalah rapat adalah tulisan atau dokumentasi yang berisi informasi bagi yang hadir maupun yang tidak hadir dalam sebuah rapat. Pada umumnya risalah rapat dibuat di dalam rapat untuk merekam apa saja yang terjadi dalam pertemuan. Di dalam risalah rapat biasanya berisi nama peserta, agenda, keputusan yang dibuat oleh peserta, komitmen tindak lanjut oleh peserta, batas waktu pemenuhan komitmen, dan hal-hal lainnya yang didiskusikan dan perlu didokumentasikan untuk keperluan tinjauan masa depan ataupun riwayat. Risalah rapat yang baik adalah yang fokus pada keputusan yang dibuat pada saat rapat dan komitmen yang dibuat oleh para peserta. Komitmen dibatasi oleh batas waktu pemenuhan dan rincian lainnya yang perlu dimengerti oleh semua peserta rapat.

Risalah rapat yang efektif tidak perlu mencantumkan semua diskusi yang terjadi. Dan juga tidak perlu, bahkan tidak seharusnya menyatakan “siapa berkata apa” (kecuali berita acara pengadilan, rapat dengar pendapat, dll yang memerlukan dicantumkannya semua kata-kata). Idealnya, risalah rapat dibagikan kepada semua peserta rapat dalam waktu 24 jam setelah rapat selesai. Hal tersebut sebagai pengingat bagi para peserta rapat. Dengan begitu para peserta rapat dapat segera menindaklanjuti semua komitmen yang diputuskan di dalam rapat. Pada rapat yang bersinambung biasanya ditunjukkan risalah rapat sebelumnya sebagai dasar koreksi dan langkah selanjutnya. Risalah rapat dapat berkontribusi efektif kepada keberhasilan rapat apabila ditulis dan dibagikan pada waktunya.

Walaupun risalah rapat mengikat komitmen di antara peserta rapat, terkadang tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan atau persetujuan. Belum lagi jika terdapat keputusan yang berada di luar kewenangan peserta rapat. Tentu saja hal itu membutuhkan dukungan dari level kerja yang lebih tinggi. Sehingga dibuatlah aturan bahwa untuk rapat internal harus ditandatangani oleh atasannya supervisor dan untuk rapat eksternal oleh dua level di atasnya lagi. Aturan ini dibuat dalam rangka melindungi pekerja dari konsekuensi hukum yang mungkin timbul dari keputusan rapat yang dibuatnya. Dengan diketahui dan ditandatangani oleh atasan, maka hal tersebut mengembalikan fungsi kewenangan sesuai dengan porsinya.

Apabila aturan tersebut diberlakukan secara kaku maka atasan diharuskan menandatangani semua risalah rapat yang dibuat oleh bawahannya sedangkan tidak semua rapat tersebut ia hadiri. Menunggu tanda tangan persetujuan memungkinkan risalah rapat menjadi tidak efektif karena tidak dibagikan pada waktunya. Selain itu fungsi manajerial berupa pendelegasian tugas harus mengalami penyesuaian terhadap pendekatan ini. Jika atasan setingkat direktur turut menandatangani risalah rapat yang dibuat oleh pekerja tiga level di bawahnya, bisa jadi penyesuaian tersebut adalah menuju manajemen mikro.